BMKG Sebut Aceh Terletak di Jalan Sumber Gempa Aktif

Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi serta Tsunami BMKG Daryono menegaskan Provinsi Aceh kalau daerahnya terletak pada jalan sumber gempa aktif yang dipicu kegiatan subduksi lempeng segmen Megathrust Aceh- Andaman.




" Kawasan Aceh di darat serta laut masuk kawasan sistemik aktif serta lingkungan sebab terletak di jalan sumber gempa aktif," kata Daryono dalam konferensi pers Pasca- Gempa Bumi Aceh yang diiringi dari YouTube BMKG di Jakarta, Sabtu( 24/ 9/ 2022).


Bersumber pada katalog BMKG, kata Daryono, Aceh sudah dikejutkan 6 kali tsunami. Di antara lain pada 1861, 1886, 1907, 2004, 2005 serta 2012.


Sejarah gempa bumi besar di Aceh yang bertabiat mengganggu serta merangsang tsunami tercatat pada 26 Desember 2004. Berkekuatan magnitudo 9, gempa tersebut menyebabkan 283. 100 orang wafat, 14. 100 orang lenyap serta 1. 126. 900 orang mengungsi sebab memunculkan tsunami besar.


" Hasil kajian tsunami purba menguak terbentuknya tsunami pada masa prasejarah yang berlangsung pada periode 1100 sampai 1390 Masehi. Ini menampilkan kalau tsunami di Aceh kerap terjalin," kata Daryono dikutip Antara.


Baca Juga: AFC Beri Perkataan Selamat Kepada Timnas Indonesia U- 20 Usai Lolos ke Piala Asia U- 20 2023


Buat itu, peristiwa gempa di Aceh butuh diwaspadai warga setempat." Semacam yang terjalin pagi ini, butuh mewaspadai," ucapnya.


Diberitakan lebih dahulu, daerah tepi laut barat Aceh dikejutkan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6, 4 pada Sabtu jam 03. 53 Wib. Posisi gempa terletak pada episenter 3, 75° LU, 95, 97° BT, tepatnya di laut 46 kilometer arah Barat Energi Meulaboh, Aceh Barat di kedalaman 53 kilometer.


" Bila warga tepi laut merasakan getaran gempa kokoh, lebih baik evakuasi mandiri menghindar dari tepi laut," imbau Daryono. 

LihatTutupKomentar